<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keuangan Archives - Gadaibpkbmobil.id</title>
	<atom:link href="https://gadaibpkbmobil.id/tag/keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gadaibpkbmobil.id/tag/keuangan/</link>
	<description>Gadai BPKB Mobil Online</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2023 23:00:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://gadaibpkbmobil.id/wp-content/uploads/2022/05/cropped-logo-situs-gadai-bpkb-mobil-32x32.png</url>
	<title>keuangan Archives - Gadaibpkbmobil.id</title>
	<link>https://gadaibpkbmobil.id/tag/keuangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apa Itu Capital Budgeting atau Penganggaran Modal?</title>
		<link>https://gadaibpkbmobil.id/apa-itu-capital-budgeting-atau-penganggaran-modal/</link>
					<comments>https://gadaibpkbmobil.id/apa-itu-capital-budgeting-atau-penganggaran-modal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gadai BPKB Mobil]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2023 23:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis, Kredit dan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[capital budgeting]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[penganggaran modal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gadaibpkbmobil.id/?p=836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Capital budgeting adalah proses perencanaan dan pengambilan keputusan investasi jangka panjang dalam bentuk proyek-proyek yang akan menambah nilai bagi perusahaan, yang meliputi penilaian atas manfaat dan risiko dari proyek-proyek tersebut. Dalam proses ini, perusahaan akan mengevaluasi proyek-proyek yang diusulkan dengan menggunakan metode analisis seperti Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Tujuannya &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gadaibpkbmobil.id/apa-itu-capital-budgeting-atau-penganggaran-modal/">Apa Itu Capital Budgeting atau Penganggaran Modal?</a> appeared first on <a href="https://gadaibpkbmobil.id">Gadaibpkbmobil.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-837" src="https://gadaibpkbmobil.id/wp-content/uploads/2023/01/capital-budgeting.png" alt="capital budgeting" width="600" height="400" /></p>
<p>Capital budgeting adalah proses perencanaan dan pengambilan keputusan investasi jangka panjang dalam bentuk proyek-proyek yang akan menambah nilai bagi perusahaan, yang meliputi penilaian atas manfaat dan risiko dari proyek-proyek tersebut.</p>
<p>Dalam proses ini, perusahaan akan mengevaluasi proyek-proyek yang diusulkan dengan menggunakan metode analisis seperti <em>Net Present Value</em> (NPV) dan <em>Internal Rate of Return</em> (IRR).</p>
<p>Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa perusahaan mengalokasikan sumber daya ke proyek-proyek yang paling menguntungkan dan menghindari pengeluaran yang tidak produktif.</p>
<h2><strong>Konsep Dasar Capital Budgeting</strong></h2>
<p>Konsep dasarnya meliputi:</p>
<ol>
<li>Investasi jangka panjang: Biasanya digunakan untuk proyek-proyek yang memerlukan investasi jangka panjang, seperti pembangunan fasilitas produksi baru atau pengadaan peralatan yang akan digunakan dalam jangka waktu yang lama.</li>
<li>Analisis manfaat dan risiko: Dalam capital budgeting, perusahaan akan mengevaluasi manfaat dan risiko dari setiap proyek yang diusulkan. Manfaat yang diharapkan dari proyek harus lebih besar dari risiko yang diambil.</li>
<li>Metode analisis: Beberapa metode analisis yang digunakan meliputi <em>Net Present Value</em> (NPV), <em>Internal Rate of Return</em> (IRR), dan <em>Benefit-Cost Ratio</em> (BCR).</li>
<li>Alokasi sumber daya: Digunakan untuk memastikan bahwa perusahaan mengalokasikan sumber daya ke proyek-proyek yang paling menguntungkan dan menghindari pengeluaran yang tidak produktif.</li>
<li>Pengambilan keputusan: Digunakan untuk membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang yang akan menambah nilai bagi perusahaan.</li>
</ol>
<h2><strong>5 Langkah Proses Capital Budgeting</strong></h2>
<p>Prosesnya terdiri dari lima langkah:</p>
<ol>
<li>Identifikasi proyek: Langkah pertama adalah mengidentifikasi proyek-proyek yang potensial dan sesuai dengan tujuan dan strategi perusahaan.</li>
<li>Analisis proyek: Langkah kedua adalah menganalisis proyek yang diusulkan dengan menggunakan metode analisis seperti <em>Net Present Value</em> (NPV), <em>Internal Rate of Return</em> (IRR), dan <em>Benefit-Cost Ratio</em> (BCR) untuk menentukan manfaat yang diharapkan dari setiap proyek.</li>
<li>Evaluasi risiko: Langkah ketiga adalah mengevaluasi risiko yang terkait dengan setiap proyek, termasuk risiko finansial, operasional, dan lingkungan.</li>
<li>Pengambilan keputusan: Langkah keempat adalah pengambilan keputusan investasi, dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko dari setiap proyek. Proyek yang dianggap paling menguntungkan diterima, sementara proyek lainnya ditolak.</li>
<li>Implementasi dan monitoring: Langkah terakhir adalah implementasi proyek yang diterima dan pemantauan kinerja proyek tersebut untuk memastikan bahwa manfaat yang diharapkan dicapai.</li>
</ol>
<h2><strong>Apa Saja Metode Capital Budgeting?</strong></h2>
<p>Beberapa metode yang digunakan dalam capital budgeting yaitu:</p>
<ol>
<li><em>Net Present Value</em> (NPV): Metode ini menghitung nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan dari proyek dan membandingkannya dengan investasi awal. Proyek yang menghasilkan NPV positif dianggap menguntungkan.</li>
<li><em>Internal Rate of Return</em> (IRR): Metode ini mengukur tingkat pengembalian yang diharapkan dari proyek. Proyek dengan IRR yang lebih tinggi dianggap lebih menguntungkan daripada proyek dengan IRR yang lebih rendah.</li>
<li><em>Benefit-Cost Ratio</em> (BCR): Metode ini mengukur rasio antara manfaat yang diharapkan dari proyek dan biaya yang dikeluarkan. Proyek dengan BCR yang lebih tinggi dianggap lebih menguntungkan daripada proyek dengan BCR yang lebih rendah.</li>
<li><em>Payback period</em>: Metode ini mengukur waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi awal dari proyek. Proyek dengan periode payback yang lebih singkat dianggap lebih menguntungkan daripada proyek dengan periode payback yang lebih panjang.</li>
<li><em>Profitability Index</em> (PI): Metode ini mengukur rasio antara present value dari arus kas yang diharapkan dari proyek dan investasi awal. Proyek yang memiliki PI yang lebih tinggi dianggap lebih menguntungkan daripada proyek yang memiliki PI yang lebih rendah.</li>
</ol>
<h2><strong>Contoh Soal Capital Budgeting</strong></h2>
<p>Perusahaan Y akan mengevaluasi proyek pembelian mesin baru dengan investasi awal sebesar Rp. 20 miliar. Arus kas yang diharapkan dari proyek tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<p>Tahun 1: Rp. 5 miliar Tahun 2: Rp. 6 miliar Tahun 3: Rp. 8 miliar Tahun 4: Rp. 7 miliar</p>
<p>Menggunakan metode Net Present Value (NPV), hitunglah nilai NPV dari proyek tersebut jika tingkat suku bunga yang digunakan adalah 8%.</p>
<p><strong>Jawabannya:</strong></p>
<p>Nilai NPV dapat dihitung dengan menggunakan rumus: NPV = (Arus kas tahun 1 / (1 + tingkat suku bunga)^1) + (Arus kas tahun 2 / (1 + tingkat suku bunga)^2) + (Arus kas tahun 3 / (1 + tingkat suku bunga)^3) + (Arus kas tahun 4 / (1 + tingkat suku bunga)^4) &#8211; investasi awal</p>
<p>NPV = (Rp. 5 miliar / (1 + 0,08)^1) + (Rp. 6 miliar / (1 + 0,08)^2) + (Rp. 8 miliar / (1 + 0,08)^3) + (Rp. 7 miliar / (1 + 0,08)^4) &#8211; Rp. 20 miliar</p>
<p>NPV = Rp. 15,7 miliar</p>
<p>Jadi, nilai NPV dari proyek tersebut adalah Rp. 15,7 miliar. Karena NPV positif, maka proyek tersebut dianggap menguntungkan dan dapat diterima oleh perusahaan.</p>
<h2><strong>Kenapa NPV Lebih Baik dari IRR?</strong></h2>
<p>NPV (Net Present Value) dan IRR (Internal Rate of Return) adalah dua metode yang digunakan dalam capital budgeting untuk mengevaluasi kelayakan suatu proyek investasi. Namun, NPV dianggap lebih baik daripada IRR karena beberapa alasan:</p>
<ol>
<li>NPV mencerminkan nilai sebenarnya dari proyek dalam mata uang saat ini, sementara IRR hanya menunjukkan tingkat pengembalian yang diharapkan dalam bentuk persentase.</li>
<li>NPV memperhitungkan semua pengeluaran dan penerimaan yang terkait dengan proyek, sementara IRR hanya mengambil kira penerimaan yang melebihi pengeluaran.</li>
<li>NPV tidak terpengaruh oleh jangka waktu proyek atau profil pengeluaran yang berbeda, sementara IRR dapat memberikan hasil yang berbeda untuk proyek yang sama dengan jangka waktu yang berbeda.</li>
<li>NPV memungkinkan perbandingan antar proyek yang berbeda dengan jenis dan ukuran yang berbeda, sementara IRR tidak memungkinkan perbandingan yang valid antar proyek yang berbeda.</li>
</ol>
<h2><strong>Apa Pengaruhnya bagi Perusahaan Apabila Terjadi Kesalahan dalam Penganggaran Modal?</strong></h2>
<ol>
<li>Kelebihan atau kekurangan modal: Jika perusahaan mengalokasikan terlalu banyak modal untuk suatu proyek, maka dapat menyebabkan kelebihan modal yang tidak efisien. Sebaliknya, jika perusahaan kurang dalam mengalokasikan modal, maka dapat menyebabkan kekurangan modal yang menghambat operasi perusahaan.</li>
<li>Kerugian finansial: Jika perusahaan salah dalam mengalokasikan modal, ini dapat menyebabkan kerugian finansial dalam jangka panjang. Proyek yang salah dalam penganggaran modal dapat menyebabkan perusahaan kehilangan uang, karena biaya yang diharapkan melampaui penerimaan.</li>
<li>Kesulitan dalam pengambilan keputusan: Kesalahan dalam penganggaran modal dapat menyebabkan kesulitan dalam pengambilan keputusan, karena data yang salah dapat mengarahkan perusahaan ke arah yang salah dalam mengalokasikan modal.</li>
<li>Reputasi yang buruk: Jika perusahaan mengalami kerugian finansial atau gagal dalam proyek yang dianggarkan, ini dapat menyebabkan reputasi yang buruk bagi perusahaan, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam memperoleh investor dan kreditur.</li>
<li>Kemungkinan kebangkrutan: dalam kondisi yang ekstrem, kesalahan dalam penganggaran modal dapat mengarah pada kebangkrutan perusahaan.</li>
</ol>
<p>Demikian penjelasan detail mengenai capital budgeting. Silakan bagikan artikel ini supaya makin bermanfaat bagi sesama.</p>
<p>Apabila butuh pinjaman uang dengan <a href="https://gadaibpkbmobil.id/gadai-bpkb-mobil/" target="_blank" rel="noopener">gadai BPKB mobil</a>, jangan sungkan untuk hubungi tim Gadaibpkbmobil.id</p>
<p>The post <a href="https://gadaibpkbmobil.id/apa-itu-capital-budgeting-atau-penganggaran-modal/">Apa Itu Capital Budgeting atau Penganggaran Modal?</a> appeared first on <a href="https://gadaibpkbmobil.id">Gadaibpkbmobil.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gadaibpkbmobil.id/apa-itu-capital-budgeting-atau-penganggaran-modal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Literasi Keuangan: Aspek, Manfaat dan Tingkatannya</title>
		<link>https://gadaibpkbmobil.id/literasi-keuangan/</link>
					<comments>https://gadaibpkbmobil.id/literasi-keuangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gadai BPKB Mobil]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2022 04:23:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis, Kredit dan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gadaibpkbmobil.id/?p=565</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam kehidupan sehari-hari pastinya setiap orang tidak akan terlepas dari yang namanya masalah finansial. Pentingnya literasi keuangan dapat membantu setiap orang dalam menerapkan skala prioritas ketika mengelola keuangan. Selain kalangan rumah tangga, para pebisnis juga harus benar-benar pandai mengelola keuangan dengan tepat. Tanpa pengelolaan yang tepat, bisa membuat para pengusaha merugi. Dengan kata lain, literasi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://gadaibpkbmobil.id/literasi-keuangan/">Mengenal Literasi Keuangan: Aspek, Manfaat dan Tingkatannya</a> appeared first on <a href="https://gadaibpkbmobil.id">Gadaibpkbmobil.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-566" src="https://gadaibpkbmobil.id/wp-content/uploads/2022/11/literasi-keuangan.png" alt="literasi keuangan" width="600" height="400" /></p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari pastinya setiap orang tidak akan terlepas dari yang namanya masalah finansial. Pentingnya literasi keuangan dapat membantu setiap orang dalam menerapkan skala prioritas ketika mengelola keuangan.</p>
<p>Selain kalangan rumah tangga, para pebisnis juga harus benar-benar pandai mengelola keuangan dengan tepat. Tanpa pengelolaan yang tepat, bisa membuat para pengusaha merugi.</p>
<p>Dengan kata lain, literasi keuangan merupakan sebuah aktivitas penting untuk masyarakat modern terkait pemanfaatan uang dengan baik dan efektif dalam aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Hal ini disebabkan, jika ingin mendapatkan kesejahteraan hidup, selain perlu mengumpulkan uang juga harus bisa mengelolanya dengan baik.</p>
<h2><strong>Mengenal Literasi Keuangan</strong></h2>
<p>Istilah<em> financial literacy</em> adalah sebuah kegiatan untuk meningkatakan edukasi, keyakinan sekaligus skill dalam pengelolaan uang.</p>
<p>Ini artinya,<em> financial literacy</em> merupakan pengetahuan mengenai pengelolaan uang untuk dilakukan dengan tepat dan efisien.</p>
<p>Dengan adanya hal ini, maka orang yang mengelola finansial dituntut cermat dalam mengambil keputusan dan kebijakan yang baik dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimilikinya.</p>
<p>Literasi keuangan pun bisa dijadikan sebagai dasar dalam mengukur kemampuan seseorang mengelola finansialnya.</p>
<p>Dengan begitu, kemampuan seseorang dalam hal <em>budgeting</em>, pengelolaan piutang, akumulasi keuangan maupun dana pensiunnya dapat diketahui.</p>
<p>Hal tersebut biasanya dapat dilakukan oleh kreditur atau lembaga keuangan saat menilai profil debitur ketika mengajukan pinjaman <a href="https://gadaibpkbmobil.id/dana-tunai/" target="_blank" rel="noopener">dana tunai</a>.</p>
<p>Ada 3 faktor penting <em>financial literacy </em>supaya proses keuangan bisa berjalan dengan baik, yaitu:</p>
<ul>
<li><strong>Pengetahuan (knowledge)</strong></li>
</ul>
<p>Setiap orang wajib menguasai materi seputar keuangan dan lembaga keuangan baik risiko, manfaat, dan output yang dihasilkan dari jasa keuangan. Begitu juga harus tahu mengenai hak dan kewajiban nasabah selaku pengelola dana. Dengan demikian, proses perencanaan dapat berjalan baik.</p>
<ul>
<li><strong>Keterampilan (skill)</strong></li>
</ul>
<p>Jika sudah mengetahui edukasi terkait literasi keuangan, selanjutnya setiap orang atau perusahaan bisa melakukan berbagai perhitungan, misalnya saja hasil perhitungan pengelolaan uang, menghitung besaran bunga, tingkat risiko, dan lain sebagainya.</p>
<ul>
<li><strong>Keyakinan (confidence)</strong></li>
</ul>
<p>Poin terakhir yaitu mengenai keyakinan seseorang terhadap lembaga finansial yang dapat mengelola keuangan sehingga tidak ada yang dirugikan satu sama lain. Dengan keyakinan ini maka seseorang yang menggunakan jasa keuangan dapat dengan pasti menggunakan instrumen yang sesuai dengan kemampuan.</p>
<h2><strong>Aspek Literasi Keuangan</strong></h2>
<p>Ada beberapa aspek penting yang wajib diketahui oleh individu maupun perusahaan yang harus diketahui.</p>
<p><strong>1. Menurut Chen and Volve</strong></p>
<p>Ada 4 aspek literasi keuangan menurut <a href="https://www.researchgate.net/publication/4951417_An_Analysis_of_Personal_Financial_Literacy_Among_College_Students" target="_blank" rel="noopener"><em>Chen and Volpe</em></a>, yaitu:</p>
<ul>
<li>Pengetahuan umum, biasanya mencakup pengetahuan mengenai tabungan dan pinjaman.</li>
<li>Simpanan dan pinjaman, terkait tabungan maupun pinjaman yang di dalamnya termasuk penggunaan kartu kredit.</li>
<li>Asuransi, meliputi pengetahuan mengenai pemahaman dasar dari lembaga asuransi berikut dengan produk asuransi.</li>
<li>Investasi, yang berhubungan dengan risiko investasi dan suku bunga. Selain itu pengetahuan mengenai berbagai macam instrumen investasi seperti saham, reksadana, dan lain sebagainya.</li>
</ul>
<p><strong>2. Menurut Nababan dan Sadalia</strong></p>
<p>Terdiri dari 5 aspek literasi keuangan, yaitu:</p>
<ul>
<li>Pengetahuan keuangan dasar; berkisar pada pemahaman sistem keuangan secara umum.</li>
<li>Pengelolaan keuangan; berkisar mengenai pengelolaan seseorang atau perusahaan dalam hal mengelola aset yang dimiliki.</li>
<li>Manajemen pengkreditan; berkisar mengenai pengetahuan pengkreditan.</li>
<li>Tabungan dan investasi; berkisar mengenai dana yang tidak digunakan untuk di konsumsi dalam waktu dekat dan untuk jangka panjang.</li>
<li>Manajemen risiko; berkisar mengenai risiko-risiko yang harus diketahui ketika menggunakan suatu produk keuangan.</li>
</ul>
<h2><strong>Manfaat Literasi Keuangan</strong></h2>
<p>Satu hal yang penting bagi individu atau perusahaan adalah jangan sepelekan pentingnya literasi keuangan, karena cukup banyak manfaat yang didapatkan apabila bisa diterapkan dengan benar.</p>
<p><strong>1. Merupakan investasi masa depan</strong></p>
<p>Literasi keuangan bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk investasi masa depan yang bermanfaat dalam pengelolaan sehingga kondisi keuangan bisa tetap terjaga dan stabil.</p>
<p><strong>2. Bertanggung jawab pada keputusan yang akan di ambil</strong></p>
<p>Dengan penerapan literasi keuangan yang baik, maka setiap individu atau perusahaan mampu bertanggung jawab terhadap setiap keputusan keuangan yang diambil. Hal ini dikarenakan sebelumnya mengetahui berbagai macam faktor pendukung dan risiko dalam pengambilan keputusan yang diambil.</p>
<p><strong>3. Dapat menentukan strategi yang tepat</strong></p>
<p>Tentunya di kehidupan sehari-hari dituntut mengambil keputusan tepat yang berhubungan dengan keuangan sehingga wajib menentukan strategi yang matang. Namun demikian, karena harus menentukan strategi yang tepat, maka setiap individu atau perusahaan wajib memaksimalkan waktu sebelum menentukan keputusan.</p>
<p><strong>4. Bisa mempengaruhi kekayaan finansial</strong></p>
<p>Secara tidak langsung literasi keuangan sangat mendukung pada pertumbuhan kekayaan finansial. Sebagai contoh jika individu sudah memiliki literasi yang cukup, maka kedepannya bisa menentukan salah satu produk investasi yang tepat sesuai dengan profilnya sehingga mampu mengembalikan tingkat kesejahteraan.</p>
<h2><strong>Tingkat Literasi Keuangan</strong></h2>
<p><em>Financial literacy </em>memiliki tingkatannya berdasarkan dari karakteristik keuangan yang dikelola. OJK menyebut bahwa ada 4 kategori tingkat literasi keuangan yang ada di masyarakat Indonesia, yaitu:</p>
<p><strong>1. Sufficient Literate</strong></p>
<p>Adalah tingkatan literasi di tingkat masyarakat yang menggambarkan bahwa masyarakat sudah memiliki pengetahuan yang cukup terhadap jasa keuangan yang memuat produk keuangan, manfaat yang didapat, serta risiko dari produk tersebut. Selain itu, masyarakat pun sudah mampu membedakan hak dan kewajiban ketika berurusan dengan lembaga keuangan. Akan tetapi, hal ini belum bisa diimbangi dengan keterampilan yang cukup terkait produk yang dipilih.</p>
<p>Adapun untuk tingkatan <em>sufficient literate</em> merupakan gambaran mayoritas masyarakat indonesia di mana persentasenya cukup besar sebanyak 75,69 %.</p>
<p><strong>2. Well Literate</strong></p>
<p>Merupakan tingkatan yang menggambarkan secara umum masyarakat indonesia, karena sudah cukup mengetahui berbagai wawasan terkait jasa keuangan. Dengan mengetahui berbagai produk keuangan, manfaat yang didapat, hingga risiko yang harus diketahui.</p>
<p>Untuk tingkatan ini, memungkinkan masyarakat indonesia sudah mampu dan memiliki keterampilan dalam menggunakan produk keuangan dari lembaga keuangan. Adapun persentase masyarakat indonesia yang masuk pada tungkatan ini sebesar 21,84 %.</p>
<p><strong>3. Less Literate</strong></p>
<p>Merupakan tingkatan masyarakat indonesia yang menggambarkan hanya memiliki tingkat pengetahuan saja mengenai jasa keuangan dan juga produknya. Namun tidak memiliki skill atau kemampuan sama sekali dalam menggunakan produk jasa keuangan. Untuk tingkatan ini hanya sedikit dari sekian banyak orang yang di survei yaitu 2,06 %.</p>
<p><strong>4. Not Literate</strong></p>
<p>Merupakan tingkatan paling bawah di antara tingkatan sebelumnya, yang mana masyarakat indonesia tidak mengetahui pentingnya literasi keuangan. Biasanya berupa pengetahuan akan jasa lembaga keuangan, tidak tahu produk keuangan yang tersedia, tidak tahu risiko dari penggunaan produk, dan tidak tahu hak dan kewajiban pengguna jasa keuangan. Untuk tingkatan ini persentasenya sangat kecil yaitu 0,41 %.</p>
<p>Berbicara mengenai tingkatan literasi di atas, persentase setiap tingkatan akan terus berubah seiring dengan perjalanan waktu, sehingga kedepannya akan lebih banyak orang yang melek akan literasi serta manfaat yang didapatkan.</p>
<p>Setelah mengetahui informasi mengenai literasi keuangan diatas, maka bisa disimpulkan bahwa literasi sangat bermanfaat dan mampu memberikan info pada masyarakat.</p>
<p>Jika Anda butuh dana tunai menggunakan agunan BPKB mobil, segera <strong><a href="https://gadaibpkbmobil.id/hubungi-kami/" target="_blank" rel="noopener">HUBUNGI KAMI</a></strong>.</p>
<p>The post <a href="https://gadaibpkbmobil.id/literasi-keuangan/">Mengenal Literasi Keuangan: Aspek, Manfaat dan Tingkatannya</a> appeared first on <a href="https://gadaibpkbmobil.id">Gadaibpkbmobil.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gadaibpkbmobil.id/literasi-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
