
Sebelum kita bahas mengenai cara menghitung bunga bank, bagi Anda yang ingin cari pinjaman uang dengan gadai BPKB mobil, bisa hubungi tim kami di nomor WA yang ada di situs ini.
Situs Gadaibpkbmobil.id saat ini telah bekerjasama dengan banyak perusahaan leasing resmi terbaik di Indonesia.
Ajukan disini, kami pastikan mudah cair dan data dibantu sampai approve. Layanan dari kami 100% GRATIS.
Mari kita lanjutkan pembahasannya!
Ketika anda ingin melakukan pinjaman ke bank, maka hal yang harus diperhatikan yaitu plafon kredit dan besaran cicilan yang harus dibayarkan sampai anda bisa melunasi pinjaman.
Karena kita sadar bahwa pelunasan cicilan kredit yang dibayarkan sebenarnya dihitung berdasarkan akumulasi total pinjaman beserta bunga pinjaman itu sendiri.
Tapi, tahukah anda bagaimana cara menghitung bunga bank?
Kebanyakan orang menganggap jika bunga nantinya terlihat dari nilai total pembayaran yang dikurangi jumlah pinjaman sebenarnya.
Sebenarnya cara menghitung bunga bank dipengaruhi oleh jenis bunga pinjaman itu sendiri, yang bisa berpengaruh pada nilai pinjaman.
Tiap kredit mempunyai jenis bunga sendiri, selain itu antara kredit satu dan kredit lainnya akan berbeda. Oleh sebab itu, sebaiknya ketahui cara menghitung bunga bank agar anda dapat mengecek keakuratan perhitungan bunga pinjaman yang dibebankan.
Jenis-jenis Bunga Pinjaman dan Cara Menghitung Bunga Bank
Ada 3 jenis suku bunga yang biasanya diberlakukan pihak pemberi pinjaman atau bank. Ketiganya yaitu bunga efektif, anuitas dan bunga flat. Berikut ini jenis-jenis bunga bank pinjaman:
Bunga Flat
Sebenarnya perhitungan pada bunga flat dapat dikatakan paling mudah jika dibandingkan kedua tipe bunga yang lainnya.
Biasanya cara menghitung bunga flat ini bisa anda temui pada cicilan KTA (Kredit Tanpa Agunan), gadai bpkb dan kepemilikan kendaraan bermotor.
Pada beberapa brosur iklan untuk kredit kendaraan, anda bisa menemukan beberapa kolom menampilkan cicilan yang harus dibayarkan per bulannya.
Selain itu, angka yang terdapat pada kolom-kolom ini biasanya berlaku hingga akhir pinjaman berakhir alias lunas.
Apabila anda menjumpai jumlah cicilan yang tetap, dapat dipastikan cara untuk menghitung jenis bunga pinjaman yang digunakan adalah rata alias flat.
Pada tipe ini, jumlah plafon pinjaman dan bunganya dihitung dengan cara proporsional berdasarkan tenor pinjaman atau jangka waktu tertentu.
Jika ingin mencoba cara perhitungan bunga flat, berikut contoh kasusnya:
Sinta mengajukan KTA senilai Rp. 240 juta dalam jangka waktu 2 bulan, serta dibebankan bunga senilai 10% setiap tahunnya dengan cara flat. Tentukan jumlah angsuran setiap bulannya!
Data:
Nilai pokok pinjaman: Rp. 240.000.000
Bunga setiap tahun: 10%
Jumlah tenor pinjaman: 24 bulan
Cicilan pokok senilai:
Rp. 240.000.000 : 24 bulan = Rp. 10 juta per bulan
Nilai bunga:
(Rp. 240.000.000 x 10%) : 24 bulan = Rp. 1 juta
Maka angsuran setiap bulannya adalah:
Rp. 10 juta + Rp. 1 juta = Rp. 11 juta.
Berdasarkan pinjaman di atas sesudah dihitung memakai cara perhitungan dari bunga flat, maka angsuran yang wajib anda bayarkan sampai pinjaman lunas yaitu Rp. 11 juta setiap bulannya. Selain itu, nilai angsuran tersebut nantinya tidak berubah karena jenis bunga yang dibebankan yaitu bunga flat.
Bunga Efektif
Bunga jenis ini dinamakan dengan istilah sliding rate. Biasanya diterapkan dalam kredit jangka panjang. Misalnya ketika pengajuan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) atau KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
Adapun alasan kenapa bunga efektif seringkali ditujukan untuk kredit dalam jangka panjang yaitu karena tenor cicilan yang lama bisa membuat pinjaman kalian bisa dilunasi tanpa harus terburu-buru.
Sedangkan suku bunga pinjamannya tidak begitu besar. Biasanya bunga efektif umumnya lebih rendah dari bunga flat. Hal inilah yang menjadikan bunga efektif ini cocok digunakan untuk cicilan jangka panjang.
Bunga yang nilainya lebih kecil diperoleh berdasarkan cara perhitungan bunga efektif dengan melihat sisa dari pinjaman pokok debitur.
Apabila bunga flat dihitung dengan cara mematok nilai dari pokok pinjaman, lain halnya dengan bunga efektif.
Adapun yang dihitung ketika kreditur memakai bunga efektif yaitu jumlah pinjaman yang masih belum terbayarkan untuk tiap bulannya.
Sehingga semakin lama, bunga pinjaman semakin rendah karena sisa pinjaman akan semakin berkurang.
Karena nilai bunganya semakin kecil maka angsuran yang harus dipertanggungjawabkan per bulannya semakin sedikit.
Dalam bunga flat, biasanya kreditur hanya melakukan perhitungan di awal pinjaman guna menentukan angsuran, dalam bunga efektif maka perhitungan biasanya akan dilakukan per bulan.
Hal tersebut disebabkan sisa pinjaman akan berkurang per bulannya, oleh sebab itu perlu melakukan perhitungan kembali.
Jika ingin lebih memahami bagaimana cara menghitung bunga bank efektif, anda bisa melihat contoh kasus dengan penggunaan bunga efektif berikut.
Irwan mengajukan kredit untuk Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) senilai Rp. 240 juta dalam jangka waktu pinjaman atau tenor 24 bulan, kemudian dibebankan bunga senilai 10% setiap tahunnya dengan efektif. Hitung berapa angsuran setiap bulan yang wajib dibayar?
Data:
Nilai pokok pinjaman: Rp. 240.000.000
Bunga setiap tahun: 10%
Jumlah tenor: 12 bulan
Cicilan pokok senilai:
Rp. 240.000.000 : 24 bulan = Rp. 10 juta/bulan.
Bunga pada bulan 1:
((Rp. 240.000.000 – ((1-1) x Rp. 10.000.000)) x 10% : 24 = Rp. 1.000.000
Jadi, cicilan pada bulan ke-1 adalah = Rp. 10 juta + Rp. 1 juta = Rp. 11 juta.
Bunga pada bulan 2:
((Rp. 240.000.000 – ((2-1) x Rp. 10.000.000)) x 10% : 24 = Rp. 958.333
Jadi, cicilan pada bulan ke 2 yaitu = Rp. 10 juta + Rp. 958.333 = Rp. 10.958.333.
Begitu seterusnya, sampai
Bunga pada bulan 24:
((Rp. 240.000.000 – ((24-1) x Rp. 10.000.000)) x 10% : 24 = Rp. 83.333
Sehingga, cicilan pada bulan ke 24 = Rp. 10 juta + Rp. 83.333 = Rp.10.083.333
Berdasarkan perhitungan di atas, ada pengurangan dari nilai jumlah angsuran dari cicilan bulan pertama, kedua hingga seterusnya.
Hal tersebut mengingat penerapan pada bunga efektif menjadikan nilai bunga lebih kecil tergantung dari sisa nilai pokok pinjaman.
Bunga Anuitas
Untuk cara menghitung bunga anuitas sendiri adalah modifikasi perhitungan bunga efektif. Biasanya nilai pembayaran untuk total cicilan bunga efektif yang berbeda setiap bulannya seringkali membingungkan para kreditur.
Oleh sebab itu, kreditur akhirnya melakukan perhitungan yang tidak jauh berbeda dengan perhitungan pada bunga efektif per bulannya, tapi memiliki angsuran pokok berbeda.
Berikut contoh perhitungan bunga anuitas:
Andi melakukan pengajuan KPR senilai Rp. 240 juta dengan tenor 24 bulan, dengan bunga pinjaman senilai 10% setiap tahun. Hitung berapa angsuran setiap bulan yang harus dibayar andi?
Data yang diketahui:
Nilai pokok pinjaman: Rp. 240.000.000
Bunga/tahun: 10%
Tenor pinjaman hingga: 24 bulan
Maka cicilan pokoknya,
P X (i/12)/((1-(1+(i/12))^(-t)
Keterangan:
P = pokok pinjaman
t = periode kredit satuan bulan
i = suku bunga
Jadi, Rp. 240.000.000 x (10%/12) : (1-(1+(1/12))^(-24)) = Rp. 11.049.723
Ketika melakukan perhitungan bunga anuitas ini, maka anda harus berkonsentrasi terhadap pokok kredit yang terpakai bulan ini, tujuannya untuk menyisakan jumlah sisa pokok pada tabungan untuk melakukan perhitungan bunga pada bunga berikutnya.
Itulah 3 jenis bunga pinjaman dan cara menghitung bunga bank pinjaman yang perlu anda ketahui, sehingga sebelum anda melakukan pinjaman bisa melakukan simulasi perhitungan cicilan per bulan yang harus dibayarkan terlebih dahulu.
Tentu saja sesuai dengan jenis bunga yang ditetapkan oleh perusahaan perbankan atau lembaga pembiayaan itu sendiri.
Jangan lupa ajukan pinjaman uang bunga ringan hanya di website gadaibpkbmobil.id





